the fiReflies

shine in the night sky like fireflies


Kingsley Davis mengartikan perubahan social sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Mac lver mengatakan perubahan-perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial. Kingsley Davis juga berpendapat bahwa perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu: kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, sistem religi, sistem mata pencaharian, organisasi sosial, dan bahasa, bahkan perubahan-perubahan dalam bentuk serta aturan-aturan organisasi sosial.


Desa Ekasari (Palasari)
Desa Ekasari adalah suatu desa dalam suatu wilayah kecamatan Melaya kabupaten Jembrana. Desa Ekasari merupakan desa dinas, di desa ini masyarakatnya hidup rukun berdampingan satu sama lain. Masyarakat di Desa Ekasari terdiri dari tiga agama yaitu Hindu, Kristen, dan Islam. Keunikannya terletak pada dominansi agama di daerah Bali adalah hindu, namun ada agama lain dan jarang terjadi gejolak sampai konflik yang berkepanjangan di desa tersebut.
Masyarakat Desa Ekasari Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana, Bali mengalami perubahan secara evolusi bila dilihat jangka waktu yang cukup lama mulai dari tahun 1934 sampai sekarang terus mengalami perkembangan di berbagai aspek kehidupan (budaya, sosial, agama, politik, hukum, pendidikan,dan lain-lain)

1.Perubahan yang terjadi dalam bidang sosial di Desa Palasari
      Dalam bidang sosial perubahan terjadi jelas dalam hal kasta. Masyarakat Bali memang mengenal sistem kasta, tapi dalam pelaksanaanya hanya terbatas pada hukum adat saja. Dalam bidang politik sistem kasta tersebut sudah tidak berlaku lagi. Sekarang ini kaum Sudra pun sudah bisa menduduki jabatan tinggi dalam sistem pemerintahan, mereka tidak harus selalu menjadi bawahan. Hal ini berpengaruh pada struktur organisasi Subak, ketua tidak harus berasal dari kasta Brahmana ataupun dari kasta Ksatria. Dalam tata cara peribadatan ada perubahan , yang tetap bertahan adalah pakaian adatnya. Dalam upacara keagamaan menggunakan pakaian Madie. Ada juga yang bisa masuk ke gereja yaitu persembahan. Dalam segi social, terjadi perubahan dalam pembangunan rumah. Pergeseran nilai di Bali tidak ada Kasta , yang ada itu warna atau jabatan. Istilah kasta dibawa oleh Hindia Belanda, dan warna sempat disalah artikan sebagai kasta.Ada 4 warna di Bali yaitu: 
             Brahmana, yaitu jabatan yang berhubungan dengan masalah keagamaan.
      Waisya, yaitu jabatan yang berhubugan dengan profesi di bidang ekonomi, seperti pedagang.
      Ksatria, yaitu jabatan untuk pimpinan –pimpinan kenegaraan, tentara , bupati, dan lain-lain.
      Tri wanse, yaitu 3 orang besar ( gabungan dari 3 warna diatas). Diluar Tri wanes disebut Jabe.
2.Perubahan yang terjadi pada bidang budaya
Dalam bidang ini perubahan terjadi dalam beberapa unsur kebudayaan, antara lain dalam bidang peralatan dan perlengkapan hidup manusia, sistem kemasyarakatan dalam bidang hukumnya, dan dalam sistem pengetahuannya. Dalam bidang peralatan dan perlengkapan hidup manusia terlihat dengan semakin berkembangnya teknologi yang digunakan dalam mendukung untuk mempermudah kegiatan sehari-hari Sekarang ini dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan maka peralatan yang digunakan pun semakin canggih, yang tadinya masih menggunakan alat-alat tradisional kini banyak yang beralih menggunakan alat teknologi.
Perubahan sistem kemasyarakatan dalam bidang hukumnya terlihat dalam pemberian sanksi terhadap pelanggaran yang terjadi dalam masyarakat palasari diantara agama yang satu dengan agama yang lain mempunyai perbedaan dalam pemberian sanksi. Ada yang memberikan denda dan sanksi sesuai dengan peraturan yang tertulis di dalam “awig-awig” tetapi ada juga yang memberikan denda di sesuaikan dengan kondisi masyarakat di jaman sekarang ini.
Upacara keagamaan yang dilakukan oleh anggota masyarakat Palasari adalah Upacara adat yang melibatkan semua umat atau melaksanakan kegiatan sukeluke
.•Suke,seperti pernikahan, perayaan hari paska, semua turun tangan atau ngaya yaitu bekerja secara sukarela dengan diberitahukan dengan kentongan .
•Kematian, didahului dengan mendatangani rumah kerumah dengan memukul kentong missal 3x berarti ada orang yang meninggal dan dilanjutkan dengan kentongan yang lebih banyak dimana orang itu berdomisili.
• Mendirikan tempat sejarah
3.Bahasa
Bahasa yang digunakan oleh Masyarakat Desa Palasari adalah bahasa Slowsinggih, bahasa Bali Ngoko. Kalau bertemu dengan orang yang lebih tua kita menggunakan Slowsinggih. NamaWayan untuk anak pertama, Made untuk anak kedua, dan Nyoman untuk anak ketiga. Ciri khas umat kristiani di Bali setelah dibabtis diberi nama belakang lagi.

4.Awig-Awig
Dalam masyarakat Desa Palasari terdapat seperangkat pedoman hidup anggotanya yang disebut “awig-awig”. Awig-awig adalah suatu bentuk hukum tertulis yang memuat seperangkat kaedah-kaedah sebagai pedoman bertingkah laku dalam masyarakat petani dan disertai dengan sanksi sanksi yang dilaksanakan segara tegas dan nyata yang hanya memuiat dalam perarem sebagai pelaksanaan awig-awig Subak. Dimana isi pokok “awig-awig ” mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (tata perhyangan), awig-awig juga mengatur hubungan manusia dengan manusia (tata Pawonngan) dan hubungan manusia dengan lingkungan (tata palemahan). Didalam ketentuan awig-awig ini memuat hak dan kewajiban serta sanksi atas pelanggaran hak dan kewajiban yang dapat berupa dosa atau denda.

0 comments:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto Saya
my quote~ "Ketika seorang manusia terlahir ke dunia, ia hanya mampu menangis. Namun ketika ia mulai mampu melangkah di atas dunia tersebut, maka ia akan menorehkan sejarah baru pada wajah dunia. Dan beberapa coretan kecil akan menjadi awal sejarah dan cerita baru bagiku. Ketika aku menulis maka aku tidak hanya sedang mengubah dunia, namun lebih dari itu aku sedang menciptakan dunia. Setidaknya dunia untuk diriku dan mimpi-mimpiku."

Pengikut

Share It

Total Tayangan Laman